Pernah ngerasa trauma sama nilai? Rasanya, kayak diduduki
monster. Gak bisa nafas, dada terasa sesak dan cuman nangis karena nahan sakit.
Yah, itu yang aku rasakan sekarang. Setiap pergantian semester, aku trauma sama
nilai. Karna, nilai yang aku dapet jauh dari rata-rata (yaitu IP 1,...). aku
berusaha buat move on dari nilai namun tetep terjatuh dan selalu terjatuh. Aku mencoba
noleh ke belakang, ternyata kelakuan ku sendiri yang membuat nilai ku terjatuh.
Karena kurang belajar giat. Kurang belajar giat diartikan cara belajarnya “sistem
kebut semalem”. Cara belajar seperti itu, yang digemari mahasiswa. Karena, cara
pikir seorang mahasiswa adalah kita suda besar, kita bukan seorang siswa/i SMA
yang tiap hari dikerjain sama guru buat ngerjain PR yang konon katanya supaya
muridnya rajin dirumah, kita bebas dari penjajahan guru. Sehingga, kata “sks”
saat H-1 ujian terkenal dikalangan mahasiswa. Karna, dari pengalaman itu mencoba
mengubah sistem belajar ku. aku belajar tiap hari, Tugas dari dosen segera
diselesaikan, mencoba senang dengan slide dosen. Disaat rajin, mulailah godaan
datang. Godaan yang paling jahat adalah MALES. MALES merupakan satu kata yang
bisa membunuh karakter mahasiswa menjadi pribadi yang instan. Berusaha, buat
kembali berjuang melawan godaan dan berhasil. Cobaan datang kembali, dikasih
sakit saat UAS. Membuat aku tidak maksimal dalam mengerjakan soal. Dan hasil
yang didapat, mendekati sebuah pengharapan. Perasaan saat itu, gemes, nangis,
nyesel. Cuman itu yang bisa aku lakukan. Berusaha mendekati dosen penguji buat
minta tambahan nilai. Hasilnya ditolak, kena marah. Tapi, yakin Tuhan punya kado istimewa dibalik kegagalan
in. Tuhan memberikan Jalan seseorang menuju keberhasilan memang gak bisa mulus
kayak paha penyanyi group K-POP. Jalan seseorang ibarat
kita mengendarai sepeda motor/mobil saat berangkat ke kampus,kerja atau yang
lainnya. Pasti akan bertemu lampu merah, macet, jalan yang bergelombang, terkena
hujan deras dll. Tapi, kita sabar dan berusaha untuk menyelesaikan pertempuran
itu demi sebuah tujuan.