Translate

Jumat, 26 Juli 2013

motivasi buat kamu yg dapet nilai ip jelek

Pernah ngerasa trauma sama nilai? Rasanya, kayak diduduki monster. Gak bisa nafas, dada terasa sesak dan cuman nangis karena nahan sakit. Yah, itu yang aku rasakan sekarang. Setiap pergantian semester, aku trauma sama nilai. Karna, nilai yang aku dapet jauh dari rata-rata (yaitu IP 1,...). aku berusaha buat move on dari nilai namun tetep terjatuh dan selalu terjatuh. Aku mencoba noleh ke belakang, ternyata kelakuan ku sendiri yang membuat nilai ku terjatuh. Karena kurang belajar giat. Kurang belajar giat diartikan cara belajarnya “sistem kebut semalem”. Cara belajar seperti itu, yang digemari mahasiswa. Karena, cara pikir seorang mahasiswa adalah kita suda besar, kita bukan seorang siswa/i SMA yang tiap hari dikerjain sama guru buat ngerjain PR yang konon katanya supaya muridnya rajin dirumah, kita bebas dari penjajahan guru. Sehingga, kata “sks” saat H-1 ujian terkenal dikalangan mahasiswa. Karna, dari pengalaman itu mencoba mengubah sistem belajar ku. aku belajar tiap hari, Tugas dari dosen segera diselesaikan, mencoba senang dengan slide dosen. Disaat rajin, mulailah godaan datang. Godaan yang paling jahat adalah MALES. MALES merupakan satu kata yang bisa membunuh karakter mahasiswa menjadi pribadi yang instan. Berusaha, buat kembali berjuang melawan godaan dan berhasil. Cobaan datang kembali, dikasih sakit saat UAS. Membuat aku tidak maksimal dalam mengerjakan soal. Dan hasil yang didapat, mendekati sebuah pengharapan. Perasaan saat itu, gemes, nangis, nyesel. Cuman itu yang bisa aku lakukan. Berusaha mendekati dosen penguji buat minta tambahan nilai. Hasilnya ditolak, kena marah. Tapi, yakin  Tuhan punya kado istimewa dibalik kegagalan in. Tuhan memberikan Jalan seseorang menuju keberhasilan memang gak bisa mulus kayak paha penyanyi group K-POP. Jalan seseorang ibarat kita mengendarai sepeda motor/mobil saat berangkat ke kampus,kerja atau yang lainnya. Pasti akan bertemu lampu merah, macet, jalan yang bergelombang, terkena hujan deras dll. Tapi, kita sabar dan berusaha untuk menyelesaikan pertempuran itu demi sebuah tujuan.

1 komentar: