Translate

Jumat, 26 September 2014

Sejarah Tanpa Kata..

Setiap orang pasti akan berada di puncak kejenuhan. Jenuh menjalani semua rutinitas yang ada, serta Tuntutan yang tak kunjung habisnya. Sehingga, otak kecil menggelitik hati nurani untuk melakukan tindakan mengakhiri sebuah kehidupan. Yaitu, bunuh diri. Menurut saya, tindakan tersebut sangatlah konyol. Karena, mereka mencari posisi aman. Tidak akan berusaha memperbaiki rasa jenuhnya.

Ketika saya berada di titik kritis ini, saya diam. Diam bukan berarti "nothing to do". saya berdoa kepada Tuhan, untuk mencari sebuah solusi bersama. Sudah tak jamannya, curhat ke media sosial seperti "YA ALLAH, SI TAMI JAHAT BANGET SAMA GUE!. SALAH GUE APAA? HAA??" atau "ENAK KALI YA, GUE BUNUH DIRI!. LENYAP DARI KEADAAN! GUE BOSEN!. CULIK GUE DONG!"

Kenapa saya berkata seperti ini, karena dahulu saya pernah melalui proses "ALAY" ala remaja. Perlu diketahui, proses metamorfose manusia di Indonesia adalah Bayi-Anak-Remaja-ALAY-Dewasa-Tua. saya merasa curhat di media sosial sangatlah konyol. Anything Problem we're share. Padahal, privasi tidak boleh diketahui orang. sifatnya rahasia. Menurut saya, orang yang selalu mempublikasikan masalahnya adalah orang suka mencari perhatian orang lain. Biasanya, mereka haus akan sebuah kasih sayang ataupun sekedar ingin mendadak terkenal. Please open your mind, baby!

Kemarin saya cerita tentang ibu. Untuk membagi pengalaman saya. Kemungkinan diantara teman-teman bernasib yang sama membaca tulisan saya. Bukan untuk curhat ke media sosial. Lebih baik, Mari ceritalah dengan Tuhan kalian, Tuhan yang selalu menyayangi kalian kapanpun walau kita jarang bersujud untuk-Nya. Biarkan, Tuhan menunjukkan caranya membuat kamu lebih baik dari sebelumnya. Memang, petunjuk-NYA tidak akan pernah kita duga. Yakinlah, dia sebaik-baiknya penolong kita.

Ternyata cerita dengan-Nya tidaklah cukup, perlu ada usaha untuk memperbaiki diri. semuanya pasti akan menyenangkan. Memang, lika-Liku kehidupan selalu membuat seseorang jatuh karena hilang semangat. Jangan kawatir, stagnan dengan kejenuhan. Ceritalah kepada Tuhan-Mu. Kamu bisa berbagi cerita, kasih sayang, perhatian sesama manusia. Kenapa tidak mencoba cerita kepada Pemilik Bumi ini? Apakah solusi yang ditawarkan manusia membuahkan batin ini lega? Jawabannya tidak.
Mereka sebagai perantara Tuhan mewujudkan ceritamu..

"Kehidupan mewah merupakan akibat dari usaha kita memperbaiki diri. Bukan pertolongan atau iba dari orang lain. Jika memanfaatkan kebaikan orang lain dengan sengaja, untuk mencari sebuah keuntungan pribadi. Mereka tidak akan pernah melihat dunia ini punya sejarah tanpa kata..."

Senin, 25 Agustus 2014

IBU AJARI AKU..

Ibu merupakan peri yang diturunkan oleh tuhan untuk kita. Sifatnya yang lembut membuat kita terlena dalam pelukkan. Ketika masih dibangku SD, senyuman beliau sangat ku nanti. Kasihnya tiada tanding, Menuntunku untuk selalu menjadi pribadi yang lebih baik. Semangat untuk meraih cita-cita membara, karenanya. Namun kini, hangatan itu aku rindu....

Dewasa ini, Aku merasakan getaran tuntutan untuk menyelesaikan sebuah skripsi. Memang, Itu merupakan tanggung jawabku sebagai anak. Tak perlu kawatir bu, aku selalu ingat petuahmu yang dulu. Engkau tak akan lengkang oleh waktu. Aku hanya butuh semangat, dorongan moral dari sosok ibu, serta pendengar yang baik. Aku memiliki riwayat yang buruk saat berkomunikasi dengan Ibu. Tak terhitung, berapa kali kami berdebat sengit yang ujungnya ngambang. Tanpa penyelesaian. Kepercayaan Ibu yang memudar kepada ku, membuat ruang gerak berkreasi tersendat. Aku adalah Mahasiswi Telat Lulus (MTL) sedang sakit hati oleh skripsi. Aku kecewa dengan dosen pembimbingku.Waktu tidurku sangat berkurang, membaca jurnal sampai mata juling. Kenapa kecewa? karena aku disuruh ganti judul dikarenakan bahan aktif sediaan cream ku berupa herbal. Mengulas sedikit, tentang tema skripsiku. Tema yang aku ambil membuat formula anti aging dengan bahan aktif herbal sediaan semi solida.
Jujur saat ini aku butuh lengan super kuat untuk menuntunku. Lengan itu adalah mama..
Sedih! gak bisa cerita panjang lebar ke mama tentang ini. Karna aku yakin, bom debat kembali muncul dan hasilnya asap kosong penuh pilu yang aku dapat. Aku ragu untuk terus berjuang sendirian. Jujur, aku lelah berjuang sendirian tanpa melimpahkan sedihku ke orang yang aku sayang. Aku takut mengungkap "I love you, mom" kepada mama. kata teman, itu bukan takut. Tapi, gengsi. terserah orang memandang kita bagaimana. Terkadang aku dengki sama anak yang sayangnya sama mama begitupun sebaliknya. Bukan amarah yang mereka munculkan, namun perhatian yang membuat anak merasa nyaman. Dari dulu, melihat mama seperti monster hulk.Ingin menikmati, belai tangannya mnyentuh punggungku sambil berkata, "nak, tetap semangat! mama selalu mendoakan yang terbaik". Bukan malah, "nak, skripsimu gimana? kapan lulus? gimana sih kamu itu, katanya tinggal sedikit. nyatanya masih banyak. duit darimana? kalo sampai gak lulus dari target mama, mama gak akan kuliahin kamu!!"

Kata terakhir ini yang membuat hatiku tertusuk pedang sangat runcing. Perih!!
Bukan kalimat tersebut, aku dambakan. Justru, malah beban tersendiri. Bilang sama orang lain, "ku berusaha mengikhlasin semuanya. Percaya Allah aja". Berbanding terbalik ketika bicara denganku. apa yang ada dibenak mama ya tuhan. aku rindu pemberian kata "semangat" dari bibir beliau. Sesekali aku ingin memeluk mama. Kapan aku bisa melewati masa sulit skripsi ini bersama beliau. Jujur, aku dengki kasih mama tercurahkan lebar-lebar ke kakakku. Mama lebih percaya dia daripada aku. Sehingga, aku membuat kesimpulan sendiri bahwa aku harus berbohong saat menjawab pertanyaan dari beliau. Ini bentuk perlawananku untuk tidak berdebat lebih banyak. Jujur, hati ini sakit saat berbohong kepada Mama. Tapi apa daya, Tak ada yang bisa aku lakukan. Lidahku kaku untuk menyampaikan cerita nyata sesungguhnyaa..

Mamaaa, Engkau Peri Cantik yang kuat.Beri aku sedikit ruang kosong dihatimu untuk aku bisa merasakan bagaimana kehangatan yang kau berikan saat masih kecil. Sebelum Engkau meninggalkan kami selamanya didunia. Aku janji akan bertanggung jawab dengan segala macam konsekuensinya. Perpanjang kontrak kedua orangtua ku untuk tinggal di bumi mu, ya ALLAH. Sampai kami berhasil meraih cita-cita yang sesungguhnya. Aku berharap engkau menangis dihadapanku sambil memelukku, "Nak, pencapaian mu telah berhasil engkau raih. Maaf mama dulu meremehkanmu. Maaf telah menyakiti relung hatimu yang paling dalam. Maafkan mama nak, Kami sayang kamu.."

Minggu, 18 Agustus 2013

peluk aku, ayah

Buat berubah lebih baik lagi, kenapa sedikit banyak cobaan ya Tuhan :'(. Aku mau berobat ke dr.hermawan yg di jakarta. Tapi kenapa wajah mereka datar, kusam, gak ada semangat buat "memasarkan" aku ke sodara buat dicarikan penginapan. Ayah bilang terserah, ibu cuman diem dan bilang aku tergesa-gesa. Padahal, cuman liburan ini kesempatan aku buat berobat. Kalo sudah memasuki liburan, waktu buat berobat gak ada. Mau nyolong waktu mana bisa :((. Kenapa gak ada yg support aku. Apa ini balesannya kalo aku gak pernah support pilihan ayah? Aku bukannya gak mau support. Tapi, mereka gak mau diskusi dulu sama aku. Tau-tau jadi. Dipikiran mereka, anak perempuanku penurut. Jadi, tidak perlu ambil pusing buat diskusi dengan anaknya. Perlu kalian tau, Semua butuh komunikasi, kejelasan dan pengertian. 3 hal penting itu gak hanya saat pacaran,berteman aja. Dikeluarga juga butuh itu, apa mereka sadar aku disini hanya membatin,menulis keluh kesah ku? Ya, mereka hanya orang tua manusia biasa. Bukan orang tua para malaikat. Yg bisa tau perasaan anak"nya. Dikarenakan orang tua malaikat punya tongkat perasaan. Kalo orang tua biasa mana bisa? Mungkin pergi ke dukun. Ngasih seserahan pisang, kopi, bunga kamboja aja sama mbah dukun. Baru bisa tau perasaan anaknya.Oh iya, Menurut riwayat jawa, yg muda lah yg kudu ngalah. Tapi, ini kenapa aku yang terus mengalah tanpa ada sedikitpun rasa egois yg diwajibkan timbul?? :(
Diruntut emang, aku anaknya pembangkang (re : menentang),males. Tapi, semua ini ada sebabnya. Aku butuh perhatian!! Butuh pengertian!! Butuh komunikasi renyah!! Bukan omelan, suara dengan volume hulk, banyak aturan kyk jaman pak suharto. Helloo, ini jaman pak sby. Demokratis sudah terjadi, kita bebas memilih, bebas menentukan namun kami perlu dibimbing. Bukan di dekte. Aku sudah mulai beranjak dewasa. Umur suda gak wajar lagi dibilang remaja.. Come on, I just wanna a big hug from you, daddy mommy...

Sabtu, 03 Agustus 2013

jatuh cinta kudu siap sakit. karna judulnya udah "jatuh"

Kata orang, fall in love kayak digendong bidadari keliling langit. Indah bisa balapan sama pesawat terbang, semriwing kena angin, empuk dipangku sama bidadari. Yah itu yg aku rasain dari semester 3 sampek sekarang (6). Angka 3 ke 6 itu Kayak proses bikin anak, butuh waktu 9 bulan baru keluar bayi. Dulu sempet mikir, farmasi ini gak cocok buat aku. Bidangku bukan disini. Ketemu dengan gebetan, rasanya beda. Dalam diri, ada yg ngomong "heii nggi, penyemangatmu datang. Kamu pasti bisa melalui masa suram kuliah disini!!". Dan yakin bgt "heii paa, anakmu bisa berjuang kuliah disini. Trust me!!". Jaman jaman semester 3 bisa bikin hidupku berwarna. Semangat trus buat kuliah. Yah, meskipun aku suka sama orang. Tapi gak tau, gebetan suka apa enggak sama aku. Dulu mikirnya simpel, ah jadi penyemangat aja. Trauma sama yg dulu. Yeep, kisah cinta ku gak bisa seputih kulit sapi. Putih gak ada goresan coklat dipahanya. Aku selalu suka sama orang. Tapi, jeleknya aku gak berjuang buat ngedapetin dia. Karna, aku mikir "aku cewek. Gak pantes ngungkapin perasaan suka ke cowok!. lagian, dimata cowok juga rendah ngungkapin perasaan". dari jaman SMP, suka sama gebetan. gebetan deket,curhat ke aku. Ngerasa, aku dibutuhin sama dia.. Perasaan ini kayak mati suri. Darahnya seolah diangkat ke langit buat dipinjem kuntilanak melahirkan bayinya. Karna stock darah di perhantuan habis. Saking senengnya, dia selalu ada buat kita. Begitu tau, cuman dianggap temen biasa saja dan nggak lebih dari itu. Pompa darahnya macet coba ditiup sama Tuhan gak bisa. Berubah jadi suram, gelap gulita, patah semangat dan keluarlah air dari mata alias nangis. cerita cinta selalu begitu seterusnya hingga di bangku SMA, aku suka sama orang. Alhamdulillah, gayung pun bersambut. Dia mulai pdkt sama aku. endingnya jadian. Rekor terlama aku punya pacar, setahun. yang tulus dari hati. Yg gak dari hati juga ada. Paling lama 6 bulan. haha
Kenapa kita putus? karna ngambang. Antara iya dan enggak. Yess, sakit hati lagi. Nangis lagi. Memang, aku perempuan yg lemah. Nangisan. Bisa sehari semalem berkurung di kamar, cuman buat nangis. Abis nangis, selesai semua. Bsok udah lupa kalo aku sakit hati. Malah ketawa sendiri, lihat gobloknya aku ketika nangisin seorang pria yg gak pernah berjuang buat aku. Tapi yang ini (bangku perkuliahan), aku gak bisa nangis. Bilang gebetan rasanya kurang enak. Panggil aja mas taufan. Rasanya, gak percaya mas taufan suda jadian sama mbak ira. Nggak nyangka. Padahal kemaren pas ujian sertifikasi apoteker, aku ngerasa masnya punya perasaan yang sama kayak aku. Dari dia bertatap muka, tingkah lakunya, senyumnya. Suda jelas nunjukin kalo masnya juga suka. Dan hari jumat kemaren, kami bertemu. Dan gak sengaja kami tatap muka. Seneng jelas. Tapi, ada yg ngeganjel. Aku gak tau itu apa. Dan cobalah berniat buat kepo ke salah satu temen. Berhasil, nemu kuncinya. Dia bilang,"mas adi udah punya pacar. Namanya mbak ira". Syook, jelas. Gak percaya pasti. Tapi apa yg bisa aku lakuin???. Sempurna.. -__-
Aku mencoba buat ngubek ngubek masa lalu dan coba berpikir positif, dia intens bgt ketemu mas taufan pas kuliah apoteker. Dan aku masih anak kecil yg gak tau dunia dewasa, masih manja, gak pinter. Sedangkan mbak ira. Dia punya segalanya. Aku jelas kalah dibanding mbak ira. Jelaaas sangat kalah!. Aku nyesel, sudah lupa keluar dari zona "dia adalah mas penyemangatku". Sekarang, zona itu hilang diganti dengan sebuah perasaan cinta. Damn, Trauma itu dateng lagi!
Memang, kalo jatuh cinta harus siap jatuh kebawah. Apalagi, aku cuman bisa memandang, melihat dan kepo. Just it!! Kini sayap bidadari patah, karna keberatan gendong aku melanglang buana. Balik turun ke bumi seakan terjun. Masih terasa empuk, karna masih dirangkul sama bidadari. Namun, jantung berhenti sejenak. Dikarenakan aku takut ketinggian, pikiran gelap gulita. entahlah, diturunkan dimana aja. yan penting bisa kembali ke bumi dengan selamat. akhirnya jatuh diteras rumah, sangat sakit lukanya karna ujung pasir yg bercampur debu lengket dengan badan. Buat temen" yang senasib kayak aku. Mending, kalian suka sama orang jangan berlebih. Harus tetep dari koridor kalian, cuek. Bila kamu cuek, jatuhnya mungkin gak ke daratan. Bisa jatuh ke laut, itu lebih enak.. Bila punya keberanian, ungkapkan perasaan mu. biar perasaan mu legaa, gak ngerasa keganjel. Meskipun ditolak sama gebetan. Byee!!

Jumat, 26 Juli 2013

motivasi buat kamu yg dapet nilai ip jelek

Pernah ngerasa trauma sama nilai? Rasanya, kayak diduduki monster. Gak bisa nafas, dada terasa sesak dan cuman nangis karena nahan sakit. Yah, itu yang aku rasakan sekarang. Setiap pergantian semester, aku trauma sama nilai. Karna, nilai yang aku dapet jauh dari rata-rata (yaitu IP 1,...). aku berusaha buat move on dari nilai namun tetep terjatuh dan selalu terjatuh. Aku mencoba noleh ke belakang, ternyata kelakuan ku sendiri yang membuat nilai ku terjatuh. Karena kurang belajar giat. Kurang belajar giat diartikan cara belajarnya “sistem kebut semalem”. Cara belajar seperti itu, yang digemari mahasiswa. Karena, cara pikir seorang mahasiswa adalah kita suda besar, kita bukan seorang siswa/i SMA yang tiap hari dikerjain sama guru buat ngerjain PR yang konon katanya supaya muridnya rajin dirumah, kita bebas dari penjajahan guru. Sehingga, kata “sks” saat H-1 ujian terkenal dikalangan mahasiswa. Karna, dari pengalaman itu mencoba mengubah sistem belajar ku. aku belajar tiap hari, Tugas dari dosen segera diselesaikan, mencoba senang dengan slide dosen. Disaat rajin, mulailah godaan datang. Godaan yang paling jahat adalah MALES. MALES merupakan satu kata yang bisa membunuh karakter mahasiswa menjadi pribadi yang instan. Berusaha, buat kembali berjuang melawan godaan dan berhasil. Cobaan datang kembali, dikasih sakit saat UAS. Membuat aku tidak maksimal dalam mengerjakan soal. Dan hasil yang didapat, mendekati sebuah pengharapan. Perasaan saat itu, gemes, nangis, nyesel. Cuman itu yang bisa aku lakukan. Berusaha mendekati dosen penguji buat minta tambahan nilai. Hasilnya ditolak, kena marah. Tapi, yakin  Tuhan punya kado istimewa dibalik kegagalan in. Tuhan memberikan Jalan seseorang menuju keberhasilan memang gak bisa mulus kayak paha penyanyi group K-POP. Jalan seseorang ibarat kita mengendarai sepeda motor/mobil saat berangkat ke kampus,kerja atau yang lainnya. Pasti akan bertemu lampu merah, macet, jalan yang bergelombang, terkena hujan deras dll. Tapi, kita sabar dan berusaha untuk menyelesaikan pertempuran itu demi sebuah tujuan.