Ketika saya berada di titik kritis ini, saya diam. Diam bukan berarti "nothing to do". saya berdoa kepada Tuhan, untuk mencari sebuah solusi bersama. Sudah tak jamannya, curhat ke media sosial seperti "YA ALLAH, SI TAMI JAHAT BANGET SAMA GUE!. SALAH GUE APAA? HAA??" atau "ENAK KALI YA, GUE BUNUH DIRI!. LENYAP DARI KEADAAN! GUE BOSEN!. CULIK GUE DONG!"
Kenapa saya berkata seperti ini, karena dahulu saya pernah melalui proses "ALAY" ala remaja. Perlu diketahui, proses metamorfose manusia di Indonesia adalah Bayi-Anak-Remaja-ALAY-Dewasa-Tua. saya merasa curhat di media sosial sangatlah konyol. Anything Problem we're share. Padahal, privasi tidak boleh diketahui orang. sifatnya rahasia. Menurut saya, orang yang selalu mempublikasikan masalahnya adalah orang suka mencari perhatian orang lain. Biasanya, mereka haus akan sebuah kasih sayang ataupun sekedar ingin mendadak terkenal. Please open your mind, baby!
Kemarin saya cerita tentang ibu. Untuk membagi pengalaman saya. Kemungkinan diantara teman-teman bernasib yang sama membaca tulisan saya. Bukan untuk curhat ke media sosial. Lebih baik, Mari ceritalah dengan Tuhan kalian, Tuhan yang selalu menyayangi kalian kapanpun walau kita jarang bersujud untuk-Nya. Biarkan, Tuhan menunjukkan caranya membuat kamu lebih baik dari sebelumnya. Memang, petunjuk-NYA tidak akan pernah kita duga. Yakinlah, dia sebaik-baiknya penolong kita.
Ternyata cerita dengan-Nya tidaklah cukup, perlu ada usaha untuk memperbaiki diri. semuanya pasti akan menyenangkan. Memang, lika-Liku kehidupan selalu membuat seseorang jatuh karena hilang semangat. Jangan kawatir, stagnan dengan kejenuhan. Ceritalah kepada Tuhan-Mu. Kamu bisa berbagi cerita, kasih sayang, perhatian sesama manusia. Kenapa tidak mencoba cerita kepada Pemilik Bumi ini? Apakah solusi yang ditawarkan manusia membuahkan batin ini lega? Jawabannya tidak.
Mereka sebagai perantara Tuhan mewujudkan ceritamu..
"Kehidupan mewah merupakan akibat dari usaha kita memperbaiki diri. Bukan pertolongan atau iba dari orang lain. Jika memanfaatkan kebaikan orang lain dengan sengaja, untuk mencari sebuah keuntungan pribadi. Mereka tidak akan pernah melihat dunia ini punya sejarah tanpa kata..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar